TUHAN....
Tlah ku baringkan Sluruh jiwa & raga ku
Tlah ku sandarkan Smua harapan & cita2 ku
Krn ku sadar..
Tlah hilang smua apa yg ada pd diri ku
Tlah lenyap smua angan & cita2 ku
Tak ada suatu apa pun yg tersisa
Kini hanya ada Engkau yg slalu menemaniku
Dlm hitam ataupun putih prjalanan hidup ku
Krn ku yakin..
Hanya Engkaulah yg tau isi hati ku
Hanya Engkaulah dpt mengerti perasaan ku
Krn itu..
Tunjukan aku jalan lurus Mu
Agar dpt ku langkahkan kaki ku
Menuju kesempurnaan sejati
Yg tak lepas dari ridho Mu.
by : http://www.facebook.com/Nafi'uddin.Efendi
Selasa, 08 Desember 2009
Minggu, 18 Oktober 2009
Secercah cahaya memberi senyuman
Bersimpuh di pelipis dermaga
Meniti musim menyongsong senja
Membawa keadaan penuh luka,
Mencipta sejagad tanya
Membuka lembaran langit
Membaca halaman terlipat
Memburu suasana Hangat
Meniti waktu mencari kesalahan diri
Sebagai kumparan tanya peroleh jawab
Pagi yang menggeliat
Pancaran cahaya mendekap sekejap
Antara nyata dan kasat
Membuat hidup terasa hangat
Tuhan menganugrahkan nikmat
Agar aku bisa bersyukur kepadanya
Tuhan menganugrahkan musibah
Agar aku dapat selalu mengingatnya
Terima kasih Tuhan…
Kau telah taburi diriku dengan senyuman
Membuat hati serasa terang, nyaman dan tentram
Bagai bintang di gemerlapan malam
by: rudi
Meniti musim menyongsong senja
Membawa keadaan penuh luka,
Mencipta sejagad tanya
Membuka lembaran langit
Membaca halaman terlipat
Memburu suasana Hangat
Meniti waktu mencari kesalahan diri
Sebagai kumparan tanya peroleh jawab
Pagi yang menggeliat
Pancaran cahaya mendekap sekejap
Antara nyata dan kasat
Membuat hidup terasa hangat
Tuhan menganugrahkan nikmat
Agar aku bisa bersyukur kepadanya
Tuhan menganugrahkan musibah
Agar aku dapat selalu mengingatnya
Terima kasih Tuhan…
Kau telah taburi diriku dengan senyuman
Membuat hati serasa terang, nyaman dan tentram
Bagai bintang di gemerlapan malam
by: rudi
Rabu, 14 Oktober 2009
Bebas....
Kala burung lari meninggalkan sangkar
bagai Jiwa tak bertuan.
Hilang tanpa arah tujuan
menyengat bau kasturi
membuat bingung tak terkendali
kemanakah jiwa ku kini..?
Anginpun mendesir sayapku
Membuatku ingin terbang jauh
Hingga sampai pada tempat yang teduh
Dan biarkan ku menari-nari
hingga Jiwaku menembus titian makna dan hakiki.
Tuk bekal kehidupan yang abadi
By: Rudy
bagai Jiwa tak bertuan.
Hilang tanpa arah tujuan
menyengat bau kasturi
membuat bingung tak terkendali
kemanakah jiwa ku kini..?
Anginpun mendesir sayapku
Membuatku ingin terbang jauh
Hingga sampai pada tempat yang teduh
Dan biarkan ku menari-nari
hingga Jiwaku menembus titian makna dan hakiki.
Tuk bekal kehidupan yang abadi
By: Rudy
Selasa, 13 Oktober 2009
Serunai dibawah rembulan Dini Hari

Seberat apa beban yang jatuh dipundakmu ?
hingga kau bergumam di dalam sunyi
bagai serunai dibawah rembulan dini hari.
”Apakah Kalam Abadi yang telah Dia amanahkan
sehingga tugasmu berupa kewajiban menyampaikan firman ?" *
“Ataukah engkau telah diundang kegunung Tursina
untuk menyaksikan api membara diranting pepohonan ?” **
“Atau engkau dihantui mimpi malam
agar membawa anakmu keatas altar pengorbanan ?” ***
Jika pedihmu tak seberat tugas para utusan
Maka jangan merasa bahwa engkau sendirian
Hatiku disini menjengukmu setiap pagi
Jika dukamu musabab luka kehilangan
Gamit tanganku agar tak kau rasa pedih perpisahan
Hatiku disini menyertaimu setiap malam
by: M Syarif Kh
Seberat apa beban yang jatuh dipundakmu ?
hingga kau bergumam di dalam sunyi
bagai serunai dibawah rembulan dini hari.
”Apakah Kalam Abadi yang telah Dia amanahkan
sehingga tugasmu berupa kewajiban menyampaikan firman ?" *
“Ataukah engkau telah diundang kegunung Tursina
untuk menyaksikan api membara diranting pepohonan ?” **
“Atau engkau dihantui mimpi malam
agar membawa anakmu keatas altar pengorbanan ?” ***
Jika pedihmu tak seberat tugas para utusan
Maka jangan merasa bahwa engkau sendirian
Hatiku disini menjengukmu setiap pagi
Jika dukamu musabab luka kehilangan
Gamit tanganku agar tak kau rasa pedih perpisahan
Hatiku disini menyertaimu setiap malam
by: M Syarif Kh
hingga kau bergumam di dalam sunyi
bagai serunai dibawah rembulan dini hari.
”Apakah Kalam Abadi yang telah Dia amanahkan
sehingga tugasmu berupa kewajiban menyampaikan firman ?" *
“Ataukah engkau telah diundang kegunung Tursina
untuk menyaksikan api membara diranting pepohonan ?” **
“Atau engkau dihantui mimpi malam
agar membawa anakmu keatas altar pengorbanan ?” ***
Jika pedihmu tak seberat tugas para utusan
Maka jangan merasa bahwa engkau sendirian
Hatiku disini menjengukmu setiap pagi
Jika dukamu musabab luka kehilangan
Gamit tanganku agar tak kau rasa pedih perpisahan
Hatiku disini menyertaimu setiap malam
by: M Syarif Kh
Cinta...???
Apakah ini yang namanya
Cinta tak bertepi…yang selalu
Berjalan tanpa bersingga
Hanya menghampiri…
Jika cinta datang hanya
Untuk menemani hati yang
Sunyi….
mengapa akhir..
Dari cerita cinta selalu meninggalkan
Luka perih..yang sulit terobati..
Jika cinta itu indah…
Kenapa cinta tak pena
Mengindahkan hati ku yang
Kegelisahan yang menghantui…
Ako hanya berharap cinta itu..
Datang dari hati…
Yang bisa mengisi kekosongan
Yang menutupi jiwa yang sepi…
Dan bisa mengangkat hati yang
Tenggelam dalam lautan berapi…
by: ikhwan Ardianto
Cinta tak bertepi…yang selalu
Berjalan tanpa bersingga
Hanya menghampiri…
Jika cinta datang hanya
Untuk menemani hati yang
Sunyi….
mengapa akhir..
Dari cerita cinta selalu meninggalkan
Luka perih..yang sulit terobati..
Jika cinta itu indah…
Kenapa cinta tak pena
Mengindahkan hati ku yang
Kegelisahan yang menghantui…
Ako hanya berharap cinta itu..
Datang dari hati…
Yang bisa mengisi kekosongan
Yang menutupi jiwa yang sepi…
Dan bisa mengangkat hati yang
Tenggelam dalam lautan berapi…
by: ikhwan Ardianto
Secercah Cahaya

Tiada suatu diresahkan dan dipikirkan
hati berkelana mengelilingi alam semesta
kehidupan ini hanya sesaat, buat apa diikat dalam samsara
dimanakah beranda ketenagan kan kutemukan
kulihat daun pohon pisang
dalam diam akupun menggumam
menafsirkan segala angan
menunggu sebuah jawaban
setitik cahaya memberi harapan
mengasah belati menjadikan tajam
merancang strategi dalam gurindam malam
berharap menang dalam medan perang
by: rudy
Langgan:
Entri (Atom)

